Cerpen Action - Keadilan (Bagian 4)


 

Kakek Tua

            Rief  pun berjalan mengembara ke hutan untuk berlatih , Rief yang diselimuti rasa dendam pun menghancurkan dan meruskan tanaman sekitar hutan, Rief dengan perasaan campur aduk pun membunuh hewan hewan yang mendekati dia tanpa ampun, namun suatu ketika tiba tiba bertemu dengan seekor gorilla yang gagah besar. Gorila itu menyerang Rief , seketika tubuh Rief  tergeletak dan mengalami luka luka. Gorila itu marah karena melihat hutan tempat tinggalnya rusak akibat perasaan marah Rief.

            Singkat cerita Gorila itu mengambil gada dan memukul tubuh Rief sampai terpental jauh layaknya dewa perang yang menumbangkan musuh, serangan pun berlanjut ketika Rief masih sempat berdiri, tiba –tiba seorang kakek tua pun menahan serangan Gorila itu dengan satu tangan. Gorila pun tersadar dan berhenti melancarkan serangan dan memberikan hormat kepada kakek tua itu. Rief pun pingsan. Setelah sadar Rief pun teringat bahwa kakek tua itu lah yang pernah ia tolong ketika pulang dari pasar.

            Kakek tua itu pun tersenyum, dan mengelus pundak Rief, dan berkata “Yang sabar ya anak muda, takdir kita tidak tahu, sekarang adalah bagaimana kita melangkah maju. Jangan sampai dendam membuat mu buta akan sekelilingmu, aku sudah tahu semua yang terjadi , yang menimpa kakakmu, keluargamu bahkan desamu.”. Rief pun menangis dan memohon untuk dilatih kemampuan beladiri serta memanfaatkan pedang yang diberikan oleh kakaknya.  Kakek tua itu pun juga menjelaskan pusaka apa yang dibawa Rief.

            Kakek tua itu dulu sebelum menjadi biksu merupakan teman dari leluhur Desa Bumi ayu, Kakek tua iu menjelaskan bahwa Pusaka itu mampu membuat orang awet muda namun kelemahannya adalah pusaka itu membutuhkan tumbal sebagai pengorbanan. Pusaka itu bentuk aslinya adalah cincin emas , jika digunakan untuk berperang cincin itu mampu membuat penggunaannya memiliki kemampuan yang hebat, namun kekurangannya adalah tubuh penggunanya kalau tidak kuat dapat terbunuh.

            Kakek tua itu pun melatih Rief agar dapat menggunakan pusaka itu, Gorila yang tadi menyerang Rief , berjabat tangan dengan Rief. Rief pun meminta maaf atas segala sesuatu yang terjadi. Rief pun dilatih ilmu beladiri, penggunaan senjata , teknik berpedang dan strategi oleh kakek dan Gorila besar itu. Setiap hari Rief melakukan latihan mulai dari latihan ketangkasan, kelincahan bahkan kecepatan.  Suatu ketika Rief diberikan tugas untuk ke gunung seberang hutan untuk mengambil Bunga Wijaya Kusuma yang dijaga oleh Raksasa Kumba. Kakek itu menyuruh Rief untuk mengambil Bunga Wijaya Kusuma  itu tanpa sepengetahuan raksasa, tapi jika ketahuan bertarung pun tak masalah. Namun Rief diberi syarat untuk meninggalkan pedang hitamnya.

            Rief pun awalnya menolak, tapi demi rasa bakti terhadap gurunya , Rief pun pergi untuk mencari bunga wijaya Kusuma tanpa persenjataan dan hanya membawa bekal yang kira-kira akan habis dimakan 3 hari, padahal estimasi untuk pergi ke gunung tersebut hampir sampai sekitar 1 minggu. Rief pun berangkat dan memohon doa kepada Kakek itu agar diberkati.


Penulis : Ivan Rifky

1 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 4)"

  1. Wynn Hotel And Casino - JM Hub
    Information and Reviews about Wynn Las Vegas, including Hotel 밀양 출장샵 Review, 강릉 출장마사지 Special Rates, 대전광역 출장안마 Amenities, Address, Phone 서산 출장안마 number, Reviews, Special Rates, Promotions, 인천광역 출장샵

    BalasHapus