Perang Darah
Penyerangan
pun dimulai , para Bandit yang dipimpin oleh Gema melakukan serangan secara terang –terangan dengan membawa obor yang membuat warga
Bumiayu panik. Disaat yang sama ada beberapa warga yang masih terjaga dan
segera melapor ke kepala desa, pertarungan para Bandit dan Warga Bumiayu pun
berlangsung seru. Ada puluhan pasukan Bandit yang menyerang menggunakan senjata
senapan maupun pedang.
Gema pun berhasil
membunuh tanpa ampun warga Bumiayu yang membela diri dan bertarung. Pertarungan
berlangsung sengit ketika salah satu warga Bumiayu dipenggal kepala dan dibuat
sebuah pajangan di bamboo tinggi. Warga Bumiayu pun marah dan segera menyerang
dengan amarah, awalnya pertarungan berlangsung seimbang karena warga Bumiayu
juga memiliki gaya bertarung yang diajarkan oleh leluhur, tapi sayang tiba tiba
ada bala bantuan dari timur, sebuah meriam membakar rumah rumah warga. Kepala
desa pun langsung pergi ke tempat
rahasia untuk mengamankan Pusaka rahasia dan diberikan ke Jaka Lesmana dan Raff
,untuk segera di bawa lari dan diselematkan.
Kepala Desa pun mati tertembak di bagian dada sebelum sempat melarikan
diri. Jaka, Lesmana dan Raff pun segera melarikan diri diikuti oleh Rief yang
masih setengah sadar bangun dari tidurnya. Singkat cerita pertempuran pun dimenangkan
oleh para Bandit , Gema tanpa ampun pun membunuh semua warga Bumiayu. Semua
rumah habis terbakar tidak ada yang tersisa.
Namun Gema yang tertawa terbahak bahak atas kemenangannya menjarah desa
Bumiayu tiba –tiba ditusuk dadanya diam diam oleh tentara pemerintahan . Merasa
di khianati Gema pun marah besar dan
membunuh semua tentara yang menyerang dia. Perdana menteri pun segera mengutus
orang kepercayaannya untuk mengejar Jaka dan kawan kawan, setelah tahu bahwa
Gema telah diserang oleh tentara pasukan yang dipimpin oleh salah satu 7
Kstaria Nusantara , Rey sang Fajar. Dengan panahnya pun berhasil membuat Gema
tersudut. Gema pun segera mundur dan menyelamatkan diri. Tapi sayang separuh
pasukan Gema pun mati terbunuh oleh sang kstaria Fajar ini. Gema pun berhasil
meloloskan diri dan merasa kecewa.Gema berfikir bahwa dia dijebak untuk
membunuh orang yag tidak punya masalah denganya dengan iming –iming uang tapi
ternyata malah dia dijadikan kambing hitam permasalahan. Perdana menteri pun
merasa agak kecewa karena Gema kabur gagal dibunuh oleh kstaria fajar . Perdana
menteri pun juga merasa was was kalo tiba tiba Gema balas dendam dan mengincar
dia.
Kstaria Fajar dan pasukan pun memberikan penghormatan terakhir kepada
para warga dan tentara yang gugur dan segera kembali ke pemerintahan dengan
perasaan kecewa karena tidak dapat menyelamatkan warga Bumiayu dan segera
menetapkan Gema sebagai Buronan Negara.
Bersamaan dengan itu Jaka , Lesmana, Raff dan Rief pun bersembunyi, tapi
sayangnya ketahuan oleh suruhan perdana menteri, pertarungan pun tidak bisa
dihindarkan, Jaka dengan tubuh yang gagah perkasa pun berusaha melindungi
mereka , namun dia terbunuh tertusuk di bagian jantung. Lesmana segera membantu
dan menyuruh Rief dan Raff untuk segera lari. Lesmana juga tewas terbunuh. Raff
dan Rief pun segera lari menyelamatkan pusaka leluhur mereka.
Pertarungan pun berlangsung mengerikan Raff berhasil membunuh semua orang
suruhan perdana menteri dengan pedang hitamnya, tapi sayangnya ketika bertarung
Rief kehilangan keseimbangan dan hampir dibunuh oleh lawan, tapi dengan sigap
Raff pun melindungi namun sayang senapan menembus dada raff, Raff pun segera
bangkit dan segera membunuh semua musuh, pertarungan terjadi di sungai , dan
tak lama kemudian air sungai berubah menjadi merah darah. Rief pun sedih ketika
melihat kakaknya tewas di depan matanya. Raff pun berpesan kepada Rief agar
menjaga Pusaka rahasia desanya dan memberikan pedang hitam yang diwariskan
turun temurun dari ayahnya. Raff pun tewas dengan senyuman, Rief pun segera
membuat makam, dan segera pergi ke desa seberang untuk membawa pusaka sakti dan
menyamar sebagai seorang pengembara.

0 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 3)"
Posting Komentar