Cerpen Action - Keadilan (Bagian 3)


Perang Darah

            Penyerangan pun dimulai , para Bandit yang dipimpin oleh Gema melakukan serangan  secara terang –terangan  dengan membawa obor yang membuat warga Bumiayu panik. Disaat yang sama ada beberapa warga yang masih terjaga dan segera melapor ke kepala desa, pertarungan para Bandit dan Warga Bumiayu pun berlangsung seru. Ada puluhan pasukan Bandit yang menyerang menggunakan senjata senapan maupun pedang.

            Gema pun berhasil membunuh tanpa ampun warga Bumiayu yang membela diri dan bertarung. Pertarungan berlangsung sengit ketika salah satu warga Bumiayu dipenggal kepala dan dibuat sebuah pajangan di bamboo tinggi. Warga Bumiayu pun marah dan segera menyerang dengan amarah, awalnya pertarungan berlangsung seimbang karena warga Bumiayu juga memiliki gaya bertarung yang diajarkan oleh leluhur, tapi sayang tiba tiba ada bala bantuan dari timur, sebuah meriam membakar rumah rumah warga. Kepala desa pun langsung  pergi ke tempat rahasia untuk mengamankan Pusaka rahasia dan diberikan ke Jaka Lesmana dan Raff ,untuk segera di bawa lari dan diselematkan.

Kepala Desa pun mati tertembak di bagian dada sebelum sempat melarikan diri. Jaka, Lesmana dan Raff pun segera melarikan diri diikuti oleh Rief yang masih setengah sadar bangun dari tidurnya. Singkat cerita pertempuran pun dimenangkan oleh para Bandit , Gema tanpa ampun pun membunuh semua warga Bumiayu. Semua rumah habis terbakar tidak ada yang tersisa.

Namun Gema yang tertawa terbahak bahak atas kemenangannya menjarah desa Bumiayu tiba –tiba ditusuk dadanya diam diam oleh tentara pemerintahan . Merasa di khianati  Gema pun marah besar dan membunuh semua tentara yang menyerang dia. Perdana menteri pun segera mengutus orang kepercayaannya untuk mengejar Jaka dan kawan kawan, setelah tahu bahwa Gema telah diserang oleh tentara pasukan yang dipimpin oleh salah satu 7 Kstaria Nusantara , Rey sang Fajar. Dengan panahnya pun berhasil membuat Gema tersudut. Gema pun segera mundur dan menyelamatkan diri. Tapi sayang separuh pasukan Gema pun mati terbunuh oleh sang kstaria Fajar ini. Gema pun berhasil meloloskan diri dan merasa kecewa.Gema berfikir bahwa dia dijebak untuk membunuh orang yag tidak punya masalah denganya dengan iming –iming uang tapi ternyata malah dia dijadikan kambing hitam permasalahan. Perdana menteri pun merasa agak kecewa karena Gema kabur gagal dibunuh oleh kstaria fajar . Perdana menteri pun juga merasa was was kalo tiba tiba Gema balas dendam dan mengincar dia.

Kstaria Fajar dan pasukan pun memberikan penghormatan terakhir kepada para warga dan tentara yang gugur dan segera kembali ke pemerintahan dengan perasaan kecewa karena tidak dapat menyelamatkan warga Bumiayu dan segera menetapkan Gema sebagai Buronan Negara.

Bersamaan dengan itu Jaka , Lesmana, Raff dan Rief pun bersembunyi, tapi sayangnya ketahuan oleh suruhan perdana menteri, pertarungan pun tidak bisa dihindarkan, Jaka dengan tubuh yang gagah perkasa pun berusaha melindungi mereka , namun dia terbunuh tertusuk di bagian jantung. Lesmana segera membantu dan menyuruh Rief dan Raff untuk segera lari. Lesmana juga tewas terbunuh. Raff dan Rief pun segera lari menyelamatkan pusaka leluhur mereka.

Pertarungan pun berlangsung mengerikan Raff berhasil membunuh semua orang suruhan perdana menteri dengan pedang hitamnya, tapi sayangnya ketika bertarung Rief kehilangan keseimbangan dan hampir dibunuh oleh lawan, tapi dengan sigap Raff pun melindungi namun sayang senapan menembus dada raff, Raff pun segera bangkit dan segera membunuh semua musuh, pertarungan terjadi di sungai , dan tak lama kemudian air sungai berubah menjadi merah darah. Rief pun sedih ketika melihat kakaknya tewas di depan matanya. Raff pun berpesan kepada Rief agar menjaga Pusaka rahasia desanya dan memberikan pedang hitam yang diwariskan turun temurun dari ayahnya. Raff pun tewas dengan senyuman, Rief pun segera membuat makam, dan segera pergi ke desa seberang untuk membawa pusaka sakti dan menyamar sebagai seorang pengembara.

 Penulis : Ivan Rifky

0 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 3)"

Posting Komentar