Bunga Wijaya
Kusuma dan Raksasa Kumba
Setelah satu minggu , Rief pun sampai di
Gunung Kumba, dia pun beristirahat dan
berencana masuk ke Gua untuk
mengambil bunga wijaya kusuma itu. Namun
ketika Rief berjalan mengendap – endap melewati raksasa itu . Raksasa itu pun
bangun dan marah besar karena melihat bunga wijaya kusuma yang di jaga diambil
oleh pemuda tak dikenal. Raksasa Kumba pun marah dan segera menyerang Rief .
Rief pun melarikan diri untuk menghindari pertarungan. Namun sayang karna
loncatan yang tinggi Rief pun tersudut dan memaksa untuk bertarung.
Pertarungan pun
berlangsung seru, Raksasa kumba pun mengambil sebuah Gada dan memukul Rief.
Rief pun bisa menahan, disaat pertarungan yang begitu memanas, amarah Rief pun
memuncak ketika melihat tengkorak manusia berserakan di sekitar gua. Dengan
kekuatan tenaga dalam Rief menyerang raksasa kumba tanpa ampun dan merebut gada
dari raksasa dan dipukulnya ke kepala raksasa sampai gada pecah.
Namun pukulan itu tidak
membuat raksasa mati, raksasa pun marah
besar dan mulai menyerang secara membabi buta. Gagang gada yang pecah itu pun
dibuat layaknnya pedang oleh Rief, dengan lihainya Rief memainkan teknik pedang
dan membuat Raksasa Kumba kuwalahan, akhirnya Rief berhasil menusuk uluk hati
raksasa kumba dan seketika raksasa itu tewas ditempat. Rief pun tersenyum dan
segera kembali ke Hutan untuk menemui gurunya.
Namun ketika hendak
pulang, Rief pun terdiam ketika bunga wijaya kusuma itu menangis , bunga itu
meneteskan air mata. Rief pun bingung sehingga sontak Rief menjatuhkan bunga
itu. Bunga itu mengeluarkan cahaya bersinar.
Sontak Rief kaget ketika sinar dalam bunga itu menyuruh untuk diletakkan
kembali ke Gua. Agar tidak menimbukan malapetaka.
“Aneh sekali bunga itu, sudahlah lebih baik aku kembalikarena hari sudah
semakin larut”, batin Rief.
Rief pun bingung karena,
ini tugas dan pengabdian sebagai seorang murid dan guru, tapi karena Rief
merasa iba sehingga membuat ia menanggalkan keinginan untuk tidak membawa bunga
itu karena takut menimbulkan malapetaka, bahwa sanya ketika bunga itu dibawa
maka raksasa yang dikalahkan akan hidup kembali.
Rief pun pulang ,
singkat cerita Rief sampai di hutan segera menemui gurunya , dan membicarakan
apa yang terjadi. Gurunya pun tertawa tersenyum bahagia, ia mengatakan bahwa
memetik bunga wijaya kusuma itu adalah ujian kelulusan sebagai seorang murid
jika dia membawa pulang maka dia tidak akan lulus, karena menuruti ego tanpa
mengutamakan sekitar. Namun Rief akan lulus jika tidak membawa bunga itu
kembali, karena mementingkan kepentingan orang lain dan mampu menahan hawa nafsu.
Raksasa Kumba itu akan hidup kembali ketika bunga wijaya kusuma hilang. Namun
kali ini dia benar benar mati karena ada orang yang mampu menahan hawa nafsu
untuk tidak membawa bunga itu pulang,
Kakek tua itu memberkahi
Rief dengan kemampuan beladiri yang semua telah diturunkan , dan tiba tiba
pusaka itu berubah menjadi cincin dan melekat di tubuh rief, Rief pun merasa
senang karena pusaka itu tidak mengambil tubuhnya. Setelah lulus dari ujian dan
sebagai murid. Rief pun disuruh kembali dan menjemput sebuah keadilan yang
perlu ditegakkan. Kakek itu pun memberkahi Rief seraya pergi perlahan
meninggalkan hutan. Kakek itu pun berpesan, ketika langit masih biru, hutan
masih hijau, air masih mengalir pasti akan bertemu kembali. Rief pun pergi
meninggalkan hutan dengan penuh senyuman dan melangkah untuk menjalani
perjalanan yang baru.
Penulis : Ivan Rifky

0 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 5)"
Posting Komentar