Cerpen Action - Keadilan (Bagian 5)


 

Bunga Wijaya Kusuma dan Raksasa Kumba

            Setelah satu minggu , Rief pun sampai di Gunung Kumba, dia pun beristirahat dan  berencana masuk ke  Gua untuk mengambil bunga wijaya kusuma itu.  Namun ketika Rief berjalan mengendap – endap melewati raksasa itu . Raksasa itu pun bangun dan marah besar karena melihat bunga wijaya kusuma yang di jaga diambil oleh pemuda tak dikenal. Raksasa Kumba pun marah dan segera menyerang Rief . Rief pun melarikan diri untuk menghindari pertarungan. Namun sayang karna loncatan yang tinggi Rief pun tersudut dan memaksa untuk bertarung.

            Pertarungan pun berlangsung seru, Raksasa kumba pun mengambil sebuah Gada dan memukul Rief. Rief pun bisa menahan, disaat pertarungan yang begitu memanas, amarah Rief pun memuncak ketika melihat tengkorak manusia berserakan di sekitar gua. Dengan kekuatan tenaga dalam Rief menyerang raksasa kumba tanpa ampun dan merebut gada dari raksasa dan dipukulnya ke kepala raksasa sampai gada pecah.

            Namun pukulan itu tidak membuat raksasa  mati, raksasa pun marah besar dan mulai menyerang secara membabi buta. Gagang gada yang pecah itu pun dibuat layaknnya pedang oleh Rief, dengan lihainya Rief memainkan teknik pedang dan membuat Raksasa Kumba kuwalahan, akhirnya Rief berhasil menusuk uluk hati raksasa kumba dan seketika raksasa itu tewas ditempat. Rief pun tersenyum dan segera kembali ke Hutan untuk menemui gurunya.

            Namun ketika hendak pulang, Rief pun terdiam ketika bunga wijaya kusuma itu menangis , bunga itu meneteskan air mata. Rief pun bingung sehingga sontak Rief menjatuhkan bunga itu. Bunga itu mengeluarkan cahaya  bersinar. Sontak Rief kaget ketika sinar dalam bunga itu menyuruh untuk diletakkan kembali ke Gua. Agar tidak menimbukan malapetaka.

“Aneh sekali bunga itu, sudahlah lebih baik aku kembalikarena hari sudah semakin larut”, batin Rief.

            Rief pun bingung karena, ini tugas dan pengabdian sebagai seorang murid dan guru, tapi karena Rief merasa iba sehingga membuat ia menanggalkan keinginan untuk tidak membawa bunga itu karena takut menimbulkan malapetaka, bahwa sanya ketika bunga itu dibawa maka raksasa yang dikalahkan akan hidup kembali.

            Rief pun pulang , singkat cerita Rief sampai di hutan segera menemui gurunya , dan membicarakan apa yang terjadi. Gurunya pun tertawa tersenyum bahagia, ia mengatakan bahwa memetik bunga wijaya kusuma itu adalah ujian kelulusan sebagai seorang murid jika dia membawa pulang maka dia tidak akan lulus, karena menuruti ego tanpa mengutamakan sekitar. Namun Rief akan lulus jika tidak membawa bunga itu kembali, karena mementingkan kepentingan orang lain dan mampu menahan hawa nafsu. Raksasa Kumba itu akan hidup kembali ketika bunga wijaya kusuma hilang. Namun kali ini dia benar benar mati karena ada orang yang mampu menahan hawa nafsu untuk tidak membawa bunga itu pulang,

            Kakek tua itu memberkahi Rief dengan kemampuan beladiri yang semua telah diturunkan , dan tiba tiba pusaka itu berubah menjadi cincin dan melekat di tubuh rief, Rief pun merasa senang karena pusaka itu tidak mengambil tubuhnya. Setelah lulus dari ujian dan sebagai murid. Rief pun disuruh kembali dan menjemput sebuah keadilan yang perlu ditegakkan. Kakek itu pun memberkahi Rief seraya pergi perlahan meninggalkan hutan. Kakek itu pun berpesan, ketika langit masih biru, hutan masih hijau, air masih mengalir pasti akan bertemu kembali. Rief pun pergi meninggalkan hutan dengan penuh senyuman dan melangkah untuk menjalani perjalanan yang baru.

Penulis : Ivan Rifky

0 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 5)"

Posting Komentar