Cerpen Action - Keadilan (Bagian 10)


 

Kematian Gema dan Keadilan

            Ketika pertarungan Phil dengan Rey semakin memanas tiba tiba datang pria berzirah besar bersenjata kapak menahan Rey, dengan sigap Rey menghindar. Rey paham bahwa orang yang dilawannya sekarang adalah orang yang membakar desa Bumi ayu, desa Rief. Rey pun menggunakan jurus pamungkas dan pertarungan berlangsung hebat sampai daerah sekitar pertarungan hancur lebur. Phil yang terluka parah mundur. “ Anak muda mundurlah, biar aku yang melawan dewan elit ini” Seru Gema. Rey pun akhirnya melawan Gema dan memojokkan Gema., hingga sampai Gema menusuk uluk hati Rey, namun Gema juga kalah karena dua lengan perkasanya putus, akhirnya gema mengalami kekalahan dan sebelum dia mati, gema mengatakan kebusukan perdana mentri ekonomi yang menyuruhnya untuk membakar Desa bumi ayu dan membunuh semua orang, Gema mengatakan tidak semua bandit yang dipimpinnya membunuh , karena didalamnya ada pasukan kusus mata mata merpati hitam yang mengadu domba agar kelompok Gema yang disalahkan. Akhirnya demi menebus dosa yang kemungkinan tidak bisa dilakukan, Gema membantu Raja secara tidak langsung untuk merebut kerajaan kembali dari kudeta orang yang kejam. Akhirnya Rey tahu kejahatan perdana menteri dan dirga, Gema yang kesakitan akhirnya tersenyum dan meminta Rey untuk membunuh dia secepatnya. Akhirnya Rey membunuh Gema secara cepat agar tidak terlarut dalam kesakitan. Gema pun terbunuh dengan secercah keadilan menyelimuti, akhirnya Rey sadar dan menolong Phil untuk diobati. ”Bagus sekali anak muda, Phil namamu kan itu akan ku ingat orang yang mampu menahan tebasanku”. Phil pun tersenyum lalu pingsan dan dibawa Rey untuk dirawat.


 

Pertarungan Guru Murid

            Saniaz yang berlari menuju Rief akhirnya dicegat oleh sosok yang tak asing lagi, dialah Elena salah satu dewan elit tujuh kstaria nusantara dengan julukannya yang indah Elena sang Dewi. Saniaz tentunya tidak kaget karena gurunya itu adalah kstaria nusantara, yang dikagetkan adalah kenapa harus bertemu disituasi saat ini. Elena dengan senyum memberitahu Saniaz lebih baik kembali jika ingin hidup, jangan campuri urusan pemerintahan. Saniaz hanya menjawab dengan senyuman kecil akan menyerang gurunya demi keadilan walaupun itu gurunya pasti akan diserang, pertarungan pun terjadi. Kemampuan Elena yang di atas rata-rata berhasil memojokkan Saniaz. Elena menyerang seperti dewi yang membuat lawannya terkagum kagum. Bahkan saniaz tidak bisa membalas serangan. “ Apakah muridku yang manis ini masih mau hidup kuberi kesempatan kau untuk pergi”

            “Tidak mana mungkin aku kabur, demi keadilan seorang raja yang bijaksana akan kubantu dia sampai kekuasannya didudukinya kembali, apakah guru tidak tau hal yang sebenarnya” Jawab Saniaz dengan lantang. “Meski berat hati aku membunuh muridku sendiri , semoga kamu tersenyum membela keadilan yang kau yakini”. Elena pun mengeluarkan jurus pamungkas kearah Saniaz, Saniaz pun tersenyum dan siap menerima kematiannya. Namun ketika serangan beberapa centi mengenai tubuh cantik Saniaz, seorang membawa pedang hitam menangkis serangan tersebut dengan indah layaknya dewa perang menghadang panah panah.

            Elena kaget bahwa ada yang mampu menghadang jurus pamungkasnya. “ Saniaz ini belum waktunya kamu mati, Raja belum menduduki singgahsananya, istirahatlah jangan biarkan wajah cantik itu tergores”. Puji Rief sambil menghibur Saniaz.

            “Oho, pria tampan ini pacarmu kah muridku, dia kuat sekali tapi auranya menakutkan, pedangnya bahkan ingin sekali membunuh ku”. Elena pun akhirnya mundur dan mengatakan pergilah kearah timur disana kamu bakal bertemu pemimpin dewan elit, simpan tenagamu untuk itu. Elena pun akhirnya pergi karena dia mendapatkan laporan bahwa banyak korban yang perlu dirawat. Akhirnya Rief bertemu atlas di persimpangan jalan. Atlas pun menyuruh prajuritnya untuk membawa Saniaz yang terluka untuk diobati. Sementara Atlas dan Rief pergi berdua untuk mengalahkan Respati. Sementara Raja dibelakang untuk bertemu dengan perdana mentri yang tak lain adalah adiknya sendiri. Rief , Atlas dan Raja pun kearah timur untuk menemui Perdana mentri. Setelah sampai dipintu gerbang berdirilah Respati yang dikenal dengan sumpah membela keadilan dan mengabdikan diri di kerajaan. “Aku menyesal sudah melakukan ini Raja, tapi sumpahku dengan kerajaan yang memaksaku untuk menjadi palang pintu terakhir”. “Pertarungan Prajurit kusarahkan kepada kalian berdua, Rief Atlas bertarunglah dengan Respati salah satu petinggi Kerajaan, biar aku yang menyelesaikan akar permasalahan dengan adikku.” Buatlah pertarungan sesame kstaria ini membuat kalian mengerti beratnya menanggung beban sebagai pelindung kedamaian.

0 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 10)"

Posting Komentar