Kematian Gema dan Keadilan
Ketika pertarungan Phil dengan Rey
semakin memanas tiba tiba datang pria berzirah besar bersenjata kapak menahan
Rey, dengan sigap Rey menghindar. Rey paham bahwa orang yang dilawannya
sekarang adalah orang yang membakar desa Bumi ayu, desa Rief. Rey pun
menggunakan jurus pamungkas dan pertarungan berlangsung hebat sampai daerah
sekitar pertarungan hancur lebur. Phil yang terluka parah mundur. “ Anak muda
mundurlah, biar aku yang melawan dewan elit ini” Seru Gema. Rey pun akhirnya
melawan Gema dan memojokkan Gema., hingga sampai Gema menusuk uluk hati Rey,
namun Gema juga kalah karena dua lengan perkasanya putus, akhirnya gema
mengalami kekalahan dan sebelum dia mati, gema mengatakan kebusukan perdana
mentri ekonomi yang menyuruhnya untuk membakar Desa bumi ayu dan membunuh semua
orang, Gema mengatakan tidak semua bandit yang dipimpinnya membunuh , karena
didalamnya ada pasukan kusus mata mata merpati hitam yang mengadu domba agar
kelompok Gema yang disalahkan. Akhirnya demi menebus dosa yang kemungkinan
tidak bisa dilakukan, Gema membantu Raja secara tidak langsung untuk merebut
kerajaan kembali dari kudeta orang yang kejam. Akhirnya Rey tahu kejahatan
perdana menteri dan dirga, Gema yang kesakitan akhirnya tersenyum dan meminta
Rey untuk membunuh dia secepatnya. Akhirnya Rey membunuh Gema secara cepat agar
tidak terlarut dalam kesakitan. Gema pun terbunuh dengan secercah keadilan
menyelimuti, akhirnya Rey sadar dan menolong Phil untuk diobati. ”Bagus sekali
anak muda, Phil namamu kan itu akan ku ingat orang yang mampu menahan
tebasanku”. Phil pun tersenyum lalu pingsan dan dibawa Rey untuk dirawat.
Pertarungan Guru Murid
Saniaz yang berlari menuju Rief akhirnya dicegat oleh
sosok yang tak asing lagi, dialah Elena salah satu dewan elit tujuh kstaria
nusantara dengan julukannya yang indah Elena sang Dewi. Saniaz tentunya tidak
kaget karena gurunya itu adalah kstaria nusantara, yang dikagetkan adalah
kenapa harus bertemu disituasi saat ini. Elena dengan senyum memberitahu Saniaz
lebih baik kembali jika ingin hidup, jangan campuri urusan pemerintahan. Saniaz
hanya menjawab dengan senyuman kecil akan menyerang gurunya demi keadilan
walaupun itu gurunya pasti akan diserang, pertarungan pun terjadi. Kemampuan
Elena yang di atas rata-rata berhasil memojokkan Saniaz. Elena menyerang
seperti dewi yang membuat lawannya terkagum kagum. Bahkan saniaz tidak bisa
membalas serangan. “ Apakah muridku yang manis ini masih mau hidup kuberi
kesempatan kau untuk pergi”
“Tidak mana mungkin aku kabur, demi
keadilan seorang raja yang bijaksana akan kubantu dia sampai kekuasannya
didudukinya kembali, apakah guru tidak tau hal yang sebenarnya” Jawab Saniaz
dengan lantang. “Meski berat hati aku membunuh muridku sendiri , semoga kamu
tersenyum membela keadilan yang kau yakini”. Elena pun mengeluarkan jurus
pamungkas kearah Saniaz, Saniaz pun tersenyum dan siap menerima kematiannya.
Namun ketika serangan beberapa centi mengenai tubuh cantik Saniaz, seorang
membawa pedang hitam menangkis serangan tersebut dengan indah layaknya dewa
perang menghadang panah panah.
Elena kaget bahwa ada yang mampu
menghadang jurus pamungkasnya. “ Saniaz ini belum waktunya kamu mati, Raja
belum menduduki singgahsananya, istirahatlah jangan biarkan wajah cantik itu
tergores”. Puji Rief sambil menghibur Saniaz.
“Oho, pria tampan ini pacarmu kah
muridku, dia kuat sekali tapi auranya menakutkan, pedangnya bahkan ingin sekali
membunuh ku”. Elena pun akhirnya mundur dan mengatakan pergilah kearah timur
disana kamu bakal bertemu pemimpin dewan elit, simpan tenagamu untuk itu. Elena
pun akhirnya pergi karena dia mendapatkan laporan bahwa banyak korban yang
perlu dirawat. Akhirnya Rief bertemu atlas di persimpangan jalan. Atlas pun
menyuruh prajuritnya untuk membawa Saniaz yang terluka untuk diobati. Sementara
Atlas dan Rief pergi berdua untuk mengalahkan Respati. Sementara Raja
dibelakang untuk bertemu dengan perdana mentri yang tak lain adalah adiknya
sendiri. Rief , Atlas dan Raja pun kearah timur untuk menemui Perdana mentri.
Setelah sampai dipintu gerbang berdirilah Respati yang dikenal dengan sumpah
membela keadilan dan mengabdikan diri di kerajaan. “Aku menyesal sudah melakukan
ini Raja, tapi sumpahku dengan kerajaan yang memaksaku untuk menjadi palang
pintu terakhir”. “Pertarungan Prajurit kusarahkan kepada kalian berdua, Rief
Atlas bertarunglah dengan Respati salah satu petinggi Kerajaan, biar aku yang
menyelesaikan akar permasalahan dengan adikku.” Buatlah pertarungan sesame
kstaria ini membuat kalian mengerti beratnya menanggung beban sebagai pelindung
kedamaian.

0 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 10)"
Posting Komentar