Cerpen Action - Keadilan (Bagian 7)


 Kudeta Pemerintahan

            Ditengah pertarungan yang sengit, Pangeran pun muncul dengan Puteri Clara, Atlas dan Rief, Raja pun merasa agak tenang karena Putranya tidak kenapa kenapa. Raja pun meminta Atlas dan Rief untuk melindungi Puteri Clara dan pangeran. Pertarungan pun berlangsung sangat panas banyak yang terbunuh dari kedua belah pihak, Puteri Clara pun tertusuk pedang oleh komplotan karena berusaha melindungi keponakannya sang pangeran. Raja pun marah dan menyerang membabi buta.

            Raja pun menyuruh pasukan untuk mundur ke hutan untuk mencari tempat yang lebih aman, sampai dihutan pun puteri clara segera dibuat makam untuk tempat beristirahat terakhirnya, pangeran pun merasa sedih. Atlas pun berusaha menenangkan pangeran. Sementara itu Rief masih bertarung dengan Dirga dengan sengit. Akhirnya Dirga pun merasa terdesak dan mulai mundur . Sura pun ikut membantu Dirga untuk mundur.

            Dirga dan Sura pun akhirnya kembali ke kerajaan dan melapor ke Perdana menteri bahwa Raja telah mundur dan kalah dalam pertarungan. Perdana menteri pun akhirnya menduduki singgasana kerajaan, hal itu membuat hati permaisuri sedih karena tidak tahu keberadaan Raja dan anaknya. Akhirnya permaisuri mengasingkan diri di Kamar.

            Pesta Pora Perdana menteri pun dilakukan atas pergantian wilayahnya kekuasaan yang baru, begitu juga acara pesta itu ditemani oleh kstaria Nusantara, dari ke tujuh tersebut hanya Rey yang merasa tidak nyaman, karena hal ini  tidak sesuai dengan keadilan, sementara Dirga tertawa terbahak bahak, namun juga kesal karena dia kalah dengan seorang pengembara, Rief. Sementara lima kstaria lainnya memilih diam dan bungkam. Bima sang benteng pun memilih untuk diam dan pergi meninggalkan pesta sembari mengusap air matanya karena sedih Pangeran telah diculik, Bima sendiri sering mengajarkan beladiri ke pangeran, tentunya dengan informasi bahwa Raja dan pangeran hilang di hutan membuat hatinya gundah.

            Sementara itu, pesta semakin meriah karena menghadirkan wanita wanita cantik , minum-minuman keras, dan menari nari. Sementara itu disisi lain, Raja dan pangeran segera bangkit untuk menyelesaikan sebuah rencana untuk merebut kembali kerajaan yang di kuasi oleh adiknya, Raja akhirnya menyuruh Rief untuk menemui salah satu ksatria nusantara yaitu Bima, untuk menginformasikan bahwa dia baik baik saja. Dan minta bantuan dari dalam agar perebutan kekuasaan bisa dilakukan. Rief yang masih menggunakan penutup muka pun ditanya oleh raja kenapa tidak dibuka, rief hanya menjawab dengan senyuman dan tidak mau memperlihatkan mukanya. Rief pun berangkat sendirian untuk menyusup ke Istana.

            Diperjalanan ke istana , Rief tidak sengaja bertemu Bima sedang jalan jalan di sekitar danau. Rief pun akhirnya mendekat ke Bima, Rief berkenalan dan mengutarakan maksud kedatangannya. Bima pun langsung mengeluarkan Palu raksasanya dan mulai menyerang Rief tanpa membalas pertanyaan apa-apa. Pertarungan pun berlangsut sengit, setelah beberapa saat Bima pun tersenyum “ Hebat sekali kau orang asing bertopeng, kemampuan pedang layak jendral perang, aku percayakan Raja dan pangeran padamu, segera kembali lah. Akan kubantu kalian merebut kerajaan kembali.”, jawab Bima setelah pertarungan berlangsung agak lama. Rief pun kembali dan segera menemui Raja. Dalam perjalanan pulang menuju persembunyian raja, Rief melihat seorang membawa pedang sedang membuntuti salah satu pengawal Raja yang sedang membawa air. Rief pun mulai memantau orang asing itu. Sang pengawal yang sadar bahwa dia diawasi oleh sekelompok orang, langsung mengeluarkan senjata langsung membela diri, karena kalah jumlah pengawal pun terpojok, Atlas yang tidak sengaja sedang tidur pun terbangun dan membantu pengawal bertempur. “ siapa kau wahai orang asing, merampok pun tak ada guna jika berhadapan dengan atlas yang tampan ini”. Pertarungan pun tak dihindarkan namun dengan ketangkasan atlas bermain toongkat yang mneyerupai tombak,mampu membunuh semua kelompok asing itu, dan tiba tiba sosok pria berpedang panjan itu menyerang Atlas yang membuat dia terpojok. Itulah Phil yang pemimpin kelompok pemburu bayaran, Phil dengan lincahnya menyerang Atlas hingga terpojok, Rief pun keluar dengan belati menahan serangan Phil, Phil pun kaget ketika melihat pedang hitam yang dipkai Rief.


Penulis:Ivan Rifky H

0 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 7)"

Posting Komentar