Kudeta Pemerintahan
Ditengah pertarungan yang sengit, Pangeran pun
muncul dengan Puteri Clara, Atlas dan Rief, Raja pun merasa agak tenang karena Putranya tidak kenapa kenapa. Raja pun meminta Atlas dan
Rief untuk melindungi Puteri Clara dan pangeran. Pertarungan pun berlangsung
sangat panas banyak yang terbunuh dari kedua belah pihak, Puteri Clara pun
tertusuk pedang oleh komplotan karena berusaha melindungi keponakannya sang
pangeran. Raja pun marah dan menyerang membabi buta.
Raja pun menyuruh
pasukan untuk mundur ke hutan untuk mencari tempat yang lebih aman, sampai
dihutan pun puteri clara segera dibuat makam untuk tempat beristirahat terakhirnya, pangeran pun merasa sedih. Atlas pun berusaha menenangkan pangeran. Sementara
itu Rief masih bertarung dengan Dirga dengan sengit. Akhirnya Dirga pun merasa
terdesak dan mulai mundur . Sura pun ikut membantu Dirga untuk mundur.
Dirga dan Sura pun
akhirnya kembali ke kerajaan dan melapor ke Perdana menteri bahwa Raja telah mundur
dan kalah dalam pertarungan. Perdana menteri pun akhirnya menduduki singgasana
kerajaan, hal itu membuat hati permaisuri sedih karena tidak tahu keberadaan
Raja dan anaknya. Akhirnya permaisuri mengasingkan diri di Kamar.
Pesta Pora Perdana
menteri pun dilakukan atas pergantian wilayahnya kekuasaan yang baru, begitu
juga acara pesta itu ditemani oleh kstaria Nusantara, dari ke tujuh tersebut
hanya Rey yang merasa tidak nyaman, karena hal ini tidak sesuai dengan keadilan, sementara Dirga
tertawa terbahak bahak, namun juga kesal karena dia kalah dengan seorang
pengembara, Rief. Sementara lima kstaria lainnya memilih diam dan bungkam. Bima
sang benteng pun memilih untuk diam dan pergi meninggalkan pesta sembari mengusap air matanya karena sedih
Pangeran telah diculik, Bima sendiri sering mengajarkan beladiri ke pangeran,
tentunya dengan informasi bahwa Raja dan pangeran hilang di hutan membuat
hatinya gundah.
Sementara itu, pesta semakin meriah karena
menghadirkan wanita wanita cantik , minum-minuman keras, dan menari nari.
Sementara itu disisi lain, Raja dan pangeran segera bangkit untuk menyelesaikan
sebuah rencana untuk merebut kembali kerajaan yang di kuasi oleh adiknya, Raja
akhirnya menyuruh Rief untuk menemui salah satu ksatria nusantara yaitu Bima,
untuk menginformasikan bahwa dia baik baik saja. Dan minta bantuan dari dalam
agar perebutan kekuasaan bisa dilakukan. Rief yang masih menggunakan penutup
muka pun ditanya oleh raja kenapa tidak dibuka, rief hanya menjawab dengan
senyuman dan tidak mau memperlihatkan mukanya. Rief pun berangkat sendirian
untuk menyusup ke Istana.
Diperjalanan ke istana , Rief tidak
sengaja bertemu Bima sedang jalan jalan di sekitar danau. Rief pun akhirnya mendekat
ke Bima, Rief berkenalan dan mengutarakan maksud kedatangannya. Bima pun
langsung mengeluarkan Palu raksasanya dan mulai menyerang Rief tanpa membalas
pertanyaan apa-apa. Pertarungan pun berlangsut sengit, setelah beberapa saat
Bima pun tersenyum “ Hebat sekali kau orang asing bertopeng, kemampuan pedang
layak jendral perang, aku percayakan Raja dan pangeran padamu, segera kembali
lah. Akan kubantu kalian merebut kerajaan kembali.”, jawab Bima setelah
pertarungan berlangsung agak lama. Rief pun kembali dan segera menemui Raja.
Dalam perjalanan pulang menuju persembunyian raja, Rief melihat seorang membawa
pedang sedang membuntuti salah satu pengawal Raja yang sedang membawa air. Rief
pun mulai memantau orang asing itu. Sang pengawal yang sadar bahwa dia diawasi
oleh sekelompok orang, langsung mengeluarkan senjata langsung membela diri,
karena kalah jumlah pengawal pun terpojok, Atlas yang tidak sengaja sedang
tidur pun terbangun dan membantu pengawal bertempur. “ siapa kau wahai orang
asing, merampok pun tak ada guna jika berhadapan dengan atlas yang tampan ini”.
Pertarungan pun tak dihindarkan namun dengan ketangkasan atlas bermain toongkat
yang mneyerupai tombak,mampu membunuh semua kelompok asing itu, dan tiba tiba
sosok pria berpedang panjan itu menyerang Atlas yang membuat dia terpojok.
Itulah Phil yang pemimpin kelompok pemburu bayaran, Phil dengan lincahnya
menyerang Atlas hingga terpojok, Rief pun keluar dengan belati menahan serangan
Phil, Phil pun kaget ketika melihat pedang hitam yang dipkai Rief.
Penulis:Ivan Rifky H

0 Response to "Cerpen Action - Keadilan (Bagian 7)"
Posting Komentar